Iuran Tapera Ternyata Lebih Murah di Banding Negara Lain

Berita Tapera Terbaru - Saat ini Komite Tapera sedang di bentuk begitu juga Bp Tapera, hal ini untuk mengejar target program Tapera yang akan berjalan paling lambat pada 2018, mengenai iuran Tapera Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Maurin Sitorus, mengatakan, telah melakukan studi dan melihat perbandingan iuran, sesuai dengan patokan rumah subsidi di Indonesia.

"Kami sudah membandingkan dengan beberapa negara, seperti Singapura Malaysia, India, Sri Lanka, Bangladesh Filipina, China, Meksiko, Brasil, dan masih banyak negara lain," kata Maurin di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis 3 Maret 2016.

 

Menurut dia, dari hasil studi yang dilakukan, iuran Tapera di negara lain justru lebih tinggi dibandingkan dengan rencana penerapan di Indonesia sebesar tiga persen. Rinciannya, 2,5 persen dibayar pekerja dan 0,5 persen dibayar pemberi kerja.

Ia merinci, di Singapura, iuran tabungan perumahannya sebesar 34,5 persen dari gaji pokok dengan rincian pemberi kerja sebesar 14,5 persen dan pekerja 20 persen. Kemudian, di Malaysia ditetapkan sebesar 23 persen dengan pemberi kerja 12 persen dan pekerja 11 persen.

Maurin melanjutkan, di India, ditetapkan iuran sebesar 22 persen dengan pemberi kerja sebesar 10 persen dan pekerja sebesar 22 persen, dan Sri Lanka, 20 persen dengan porsi pemberi kerja 12 persen dan pekerja delapan persen.
 Baca Juga: Ada Kemungkinan Program Tapera mulai berjalan akhir 2017
"Besaran iuran di Indonesia nanti ditentukan dengan peraturan pemerintah (PP). Ini akan dibicarakan lagi dari semua stakeholder, juga Apindo dan asosiasi pekerja, yang dalam draf awal tiga persen, ini bisa diubah," tuturnya.

Reverensi: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/743434-ini-perbandingan-iuran-tapera-dengan-negara-lain


Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda