11.196 Hunian Dalam Rumah Susun Siap Dibangaun Untuk MBR

Info Tapera - Apa alasan Pemerintah Berencana Membangun Sebanyak 17 Tower Terdiri 11.196 Hunian Ini? Siapa Saja Sasaran-nya - Sebanyak 17 tower rumah susun sewa yang terdiri dari 11.196 unit hunian akan dibangun di 5 lokasi di Jakarta. Pembangunannya akan berlangsung selama 3 tahun hingga 2018. Siapa sasarannya?

“Rusun sewa ini sasarannya adalah Pekerja MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin kepada detikFinance, Jumat (13/5/2016).

Dalam kaca mata pemilikan rumah, MBR adalah masyarakat yang memiliki pendapatan atau penghasilan kurang dari Rp 4 juta/bulan bagi mereka yang ingin memiliki rumah tapak dan Rp 7 juta/bulan bagi mereka yang ingin memiliki rumah susun atau apartemen. Syarif menjelaskan, Pemerintah punya alasan tersendiri mengapa pengelolaannya ditetapkan dengan konsep sewa.


Ilustrasi gambar Rumah susun


“Ini kan lebih untuk meringankan beban pekerja yang MBR. Nanti kalau jabatan mereka naik, penghasilan mereka naik, kan mereka udah nggak jadi MBR lagi, mereka bisa mulai membeli rumah. Selain itu, pekerja itu kan belum tentu selamanya bekerja di Jakarta. Nah, kalau dia pindah, nanti rusun itu bisa diisi oleh pekerja MBR lainnya,” papar dia.

Khusus untuk Rusun Kemayoran, pada 2 bulan pertama, rusun ini akan dipinjamkan untuk mendukung penyelenggaraan gelaran akbar olahraga Asian Games mendatang.

“Dua bulan untuk Asian Games. Nanti setelah itu akan digunakan untu Rusunawa untuk MBR,” sambung dia.

Sedangkan Rusun Pasar Minggu dan Rusun Pasar Rumput akan diperuntukkan bagi warga relokasi penataan Sungai Ciliwung dan peremajaan pasar dan Rusun Pondok Kelapa untuk pegawai negeri sipil.

Untuk biaya sewanya, ia memastikan akan lebih murah ketimbang harga sewa tempat-tempat kos komersial. Sayang ia belum mau membeberkan berapa besaran harga sewa tersebut.

“Karena ini menyasar MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) pastinya akan murah sekali. Tapi berapanya, belum bisa kita beri tahu sekarang. Nanti menjelang operasi baru kita umumkan,” tutur dia.
Baca Juga: Kemungkinan Bank BTN Menjadi Bank Pengelola Dana Tapera 
Sementara untuk pengoperasian rusun sewa ini, Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR masih melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Proivisnis DKI Jakarta.

“Apakah nanti dikelola Pemprov DKI atau dikelola Kementerian PUPR dengan menunjuk Perumnas dengan skema penugasan. Atau seperti apa, kita masih bicarakan,” pungkas dia.


Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda