Mungkinkah Terjadi Peleburan Tapera Dengan Bpjs Ketenagakerjaan

Info Tapera - Setelah di sahkan-nya UU Tapera maka tinggal menunggu saja realisasinya yang akan dijalankan disemua perusahaan perusahaan yang di Indonesia untuk mendaftarkan para pekerjanya menjadi peserta tapera, tentu saja hal ini akan berjalan bersama dengan program Bpjs Ketenagakerjaan. Lalu terjadi wacana kemungkinan untuk melebur dua program pemerintah itu menjadi satu, sebab sudah bisa dipastikan meleburnya Badan Pertimbangan Tabungan perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS) ke dalam BP Tapera.

Sebenarnya ada perbedaan program Bpjs Ketenagakerjaan dengan Tapera, kalau Bpjs Ketenagakerjaan BPJS hanya mengelola dana jaminan hari tua, kematian, dan jaminan sosial. Di dalamnya tidak ada jaminan pembiayaan perumahan ," sebagaimana Taper yang jelas jelas khusus bidang pembiayaan perumahan.

Peleburan Tapera Dengan Bpjs Ketenagakerjaan
Keterangan ini Kami kutip dari sumber resmi Bpjs Ketenagakerjaan, peleburan BP Tapera dengan BPJS Ketenagakerjaan masih terganjal dua aspek. Pertama adalah aspek legalnya apakah sesuai dengan kostitusi yang ada dan kedua dari aspek dana, bagaian mana yang bisa ditempatkan secara khusus untuk Tapera.

Sebelumnya, Wakil Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Tabungan perumahan Rakyat (Pansus RUU Tapera), Misbakhun menilai peleburan itu bisa terjadi sambil mempertanyakan skema perumahan yang ada di BPJS.

"Itu bisa dipindahkan saja ke Tapera, kan semuanya tetap lari untuk para pekerja. Jangan-jangan pihak BPJS yang takut bagiannya diambil," ujar Misbakhun saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Senin (29/2/2016).

Misbakhun menuturkan, skema perumahan yang ada di BPJS bukanlah pembiayaan perumahan. Tetapi, pekerja bisa mengambil iurannya dari BPJS tersebut untuk membantu meringankan biaya uang muka rumah.

"Fokusnya bukan program pembiayaan perumahan. Kalau Tapera kan jelas-jelas untuk perumahan," imbuh dia.

Nantinya, selain iuran dari pekerja, dana Tapera bisa diambil dari tiga "kantong", yaitu modal awal negara sebesar Rp 10 triliun, skema rumah bersubsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP) senilai Rp 29 triliun, serta subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Modal awal dari Bapertarum-PNS juga digeser ke Tapera. Kalau ketiga fondasi itu disinergikan, pasti kuat," kata Misbakhun.
<< Baca Juga: Tipe rumah berapa/seperti apa untuk peserta Tapera >>
Selain meleburkan Bapertarum-PNS dan BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah juga berencana meleburkan Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan perumahan (BLU PPP) ke dalam BP Tapera. Wah sepertinya akan semakin rumit nih, kita tunggu saja mungkian akan ada aturan perundang undangan yang akan dirubah.


Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda