Para pengusaha Menolak Program UU Tapera...???

Info Tapera - Apa alasan para pengusaha menolak Undang undang Tapera? - Memang dengan disahkan-nya Undang undang Tapera membuat para pengusaha resah disebabkan akan adanya beban baru setelah adanya program Bpjs Kesehatan. Akan adanya pemotongan sebesar 3% (2,5% dari pemotongan gaji karyawan, 0,5% dari pemilik usaha) hal inilah yang membuat kalangan Usaha resah, disamping itu kondisi ekonomi juga belum stabil.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, "disahkannya RUU tersebut dinilai tidak ada urgensinya. Terutama, menurutnya kondisi ekonomi saat ini belum stabil, di mana investor dari luar banyak harus keluar karena banyaknya PHK"


Para pengusaha Menolak Program UU Tapera

"Kita lihat kondisi ekonomi kita masih seperti ini, dikala investor dari luar cabut dari indonesia karena PHK, sekarang pemerintah membuat kebijakan dimana supaya ekonomi kita bergairah, ekonomi bergairah itu investor masuk, tenaga kerja bersedia, ini yang harus dilakukan pemerintah bukan memaksakan (Tapera)," jelasnya di Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Menurutnya, jika pemerintah memang menginginkan agar Tapera diberlakukan, seharusnya menunggu momen yang pas. Bukan saat kondisi ekonomi yang mencoba bangkit.

"Investor mau masuk jadi ragu, belum apa- sudah ada kewajiban tambahan lagi, ada BPJS Kesehatan, Ketenagakerjaan, jaminan hari tua, cadangan terjadi PHK, banyak sekali, belum lagi kenaikan UMP sampai 14 persen, itu semuanya kebutuhan dunia usaha," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa Kadin sudah menyuarakan penolakan Tapera, namun pemerintah tetap menyesahkannya.

Itulah beberapa alasan kenapa para pengusaha menolak program Tapera yang sebenarnya baik untuk para pekerja, karena akan mudah mendapatkan tempat tinggal yang layak dan murah, kita tunggu saja perkembangan dari pihak pemerintah apakah ada revisi UU atau solusi lain-nya yang pasti program Tapera ini harus tetap berjalan.

reverensi: okezone.com


Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda